Menulis bebas #2

1

Akhirnya, saya jatuh cinta pada Jogja. Ia terlalu sederhana untuk tak dicintai siapapun. Setiap manusia akan luluh pada Jogja, entah pada pertemuan pertama, ketiga, kelima, keberapapun, pada akhirnya akan tunduk pada segala yang ia tawarkan. Tiga hari larut dalam perjalanan jahil karena Artjog, saya angkat topi. Kapan-kapan saya akan mendalaminya lagi.

2

Sudah satu bulan semenjak saya tak lagi memiliki akun instagram pribadi. Percayalah, satu bulan instagram hilang dari kehidupan privat, saya tak lagi punya kecenderungan untuk mengetahui kehidupan seseorang dan tak lagi punya hasrat memamerkan suatu hal. Saya sadar, belakangan, instagram membuat saya keranjingan. Ada sesuatu yang terus menarik saya membuka telepon pintar hanya untuk melihat apa yang teman-teman bagi dalam feed maupun stories mereka. Ketika itu pula saya sadar saya harus mengendalikan diri, dan sejauh ini, hidup saya justru semakin baik-baik saja.

3

Kalau boleh, saya ingin memangkas orang-orang yang terlalu self-centered ketika berbicara dan sedikit sekali mendengarkan orang lain. Bagaimana caranya menjadikan mereka tahu kalau hidup yang abu-abu ini tak selalu menjadikan mereka sebagai porosnya. Bahkan, beberapanya ada yang terus mengoceh biarpun lawan bicaranya sudah memasang tampang paling asam karena panjangnya frekuensi mereka berkata-kata. Dengan ini saya menganjurkan Bapak Muhadjir untuk mungkin memasukkan sedikit pelajaran tentang Seni Mendengarkan di tengah kurikulum nasional yang sedang tim bapak rancang dan ubah untuk kesekian juta kalinya. Semoga bapak ibu dan tim perumus sekalian mengerti bahwa apalah arti nilai ujian yang tinggi tapi minim kesadaran menghargai orang lain.

4

Kalau boleh lagi, saya ingin sekali keluar dari sistem yang sudah tidak lagi ideal dengan prinsip saya, dengan sesuatu yang saya lihat dan rasa bertujuan untuk kepuasan pribadi masing-masing, bukan tumbuh kembang bersama. Tapi entahlah, saya masih menjadi pengecut untuk terlalu memikirkan penilaian futuristik orang lain kalau saya bukanlah seseorang yang konsisten dengan apa yang saya pilih di awal. Tapi, apapun bisa berubah, kan?

5

Saya memiliki  trauma terhadap sebuah hal dan saya sedang belajar untuk berdamai dengan itu. Tidak, saya tidak pergi ke suatu tempat bernama psikiater atau sejenisnya, saya percaya bahwa untuk berbaikan dengan masa lalu yang saya butuhkan adalah bersahabat dengan diri sendiri. Dan proses merangkul masa lalu ternyata tidak pernah semudah mengupil ketika sendirian di dalam kamar. Saya harus melewati fase sesak karena melihat sesuatu yang berhubungan dengan ketakutan saya tersebut, tak jarang saya sampai menangis di tempat umum karena hal-hal menyebalkan itu. Dan terkadang saya ingin bilang “hidup tak semudah cocotmu” kalau ada seseorang yang merespon trauma saya dengan sungguh mudah dan sederhana. Memang susah kok menaruh kepala di sepatu orang lain. Saya paham betul.

6

Film Ziarah yang baru rilis beberapa minggu lalu adalah salah satu film brilian dari pegiat film nasional. Mereka membuat saya melenguh panjang ketika lampu bioskop dinyalakan. Bahkan sampai sekarangpun, saya masih tak habis pikir betapa brengseknya sang sutradara telah memaksa kita memaknai ulang sebuah perjalanan. Wajib tonton, netizen!

7

Setidaknya saya tidak punya pengaminan pada rencana masa depan yang pernah kamu dan saya lontarkan di sebuah warung makan kecil di tengah perjalanan kita. Kamu pernah bilang, kita harus pulang. Saya menganggukan kepala, tapi bagaimana? Saya benci titik, saya masih mau koma.

8

Saya sedang bergelut dengan sebuah proyek sosial pribadi dengan anak-anak di daerah prostitusi. Saya bersyukur pada Ia yang masih saja memberi saya kesempatan untuk melakukan hal-hal yang saya senangi. Untuk teman-teman yang mau bertanya dan ingin terjun langsung dengan saya, tangan saya sungguh terbuka lebar. Saya butuh beberapa manusia lain untuk memberikan dampak yang lebih besar. Saya tunggu!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s